Jumat, 19 Oktober 2012

19. Organisasi Kerja Sama Islam



Pertemuan Parlemen Negara Islam anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Palembang, menyepakati resolusi tentang peningkatan peran perempuan dalam demokratisasi. Pimpinan Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) yang juga anggota Komisi I DPR RI, Nurhayati Ali Assegaf di Palembang, Jumat, mengatakan, salah satu isi dari delapan resolusi tiga `standing committee` yang dilaksanakan pada pertemuan parlemen negara-negara Islam itu adalah untuk meningkatkan peran perempuan dalam demokrasi.

"Ada tiga `standing committee`, pertama `standing committee all politic`, kedua `standing committee all economic`, dan ketiga `standing committe all women, social and culture`," kata dia. Menurut anggota Fraksi Partai Demokrat itu, dari ketiga `standing committee` itu, terdapat delapan resolusi antara lain meningkatkan peran perempuan dalam demokratisasi.

Dia mengemukakan pula, dari ketiga `standing committee` pada pertemuan parlemen negara-negara Islam anggota OKI itu, untuk pertama kalinya dihadiri banyak anggota parlemen perempuan, padahal biasanya hanya dua perempuan. Nurhayati yang dipercaya memimpin sidang salah satu `standing committee` itu, mengatakan bahwa pada pertemuan Kamis (26/1) yang hadir banyak sekali perempuan, sehingga juga dibicarakan banyak hal mengenai perempuan.

Ia berharap, ke depan akan ada agenda serupa mengenai perempuan dalam pertemuan Parlemen negara-negara Islam itu. Berkaitan dengan pemenuhan kuota perempuan dalam parlemen di Indonesia, ia menyatakan, sebetulnya undang-undang sudah mengatur kuota minimal 30 persen perempuan di legislatif. Dalam pemilu yang terbuka, bisa banyak sekali perempuan terpilih," ujar dia.

Akan tetapi, lanjut dia, ketika pemilihan itu ditentukan partainya, seperti untuk pimpinan parleman saja sekarang ini misalnya pimpinan DPR dan alat kelengkapan dewan, masih sangat sedikit perempuannya. Indonesia sudah punya, tetapi harus terus berjuang perempuannya jangan dininabobokan dengan UU kuota minimal 30 persen, artinya harus terus menambah pengetahuan, kepercayaan diri bahwa kita punya hak yang sama berdasarkan UU itu," kata dia lagi.

Nurhayati yang juga Presiden Komite Koordinator Parlemen Perempuan IPU menegaskan, saat ini yang harus diperjuangkan tidak hanya tercapai kuota 30 persen perempuan di legislatif, tetapi pimpinan di DPR juga harus ada perempuan. Jadi, perempuan tidak hanya menjadi anggota legislatif saja minimal 30 persen, tetapi bagaimana dengan pimpinan dan alat kelengkapan dewan," kata dia.

Dia menggambarkan, pertemuan anggota parlemen perempuan dalam konferensi parlemen negara Islam anggota OKI di Palembang, 24-31 Januari, tampak pesertanya sangat antusias membicarakan permasalahan yang dihadapi perempuan di negara mereka masing-masing. Permasalahan yang dibicarakan parlemen perempuan muslim itu mengenai persoalan-persoalan dihadapi perempuan, mulai dari pendidikan, kemudian persentase perempuan di parlemen, perlindungan terhadap perempuan, budaya, persamaan gender, dan sejumlah persoalan penting lainnya, demikian Nurhayati

18. organisasi kepemimpinan



Setiap manusia mempunyai tujuan yang berbeda dalam hidupnya, karena pengaruh pengetahuan dan pengalamannya yang berbeda. Namun setiap manusia akan sama dalam satu hal yaitu ingin mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Untuk mencapai tujuan itu manusia harus melakukan aktivitas-aktivitas tertentu.Oleh karena manusia secara kodrat terbatas kemampuannya maka untuk mencapai tujuannya, manusia memerlukan bantuan dari manusia lainnya. Untuk itu manusia harus bekerja dalam mencapai tujuannya atau berorganisasi. Dalam organisasi diperlukan manajemen yaitu sushi untuk mengatur, mengkoordinasikan semua tugas yang dilakukan oleh orang-orang dan mengarahkannya kepada tujuan yang hendak dicapai. Supaya unsur-unsur manajemen tertuju serta terarah kepada tujuan yang diinginkan, maka manajemen harus ada yang mengatur yaitu seorang pemimpin dengan wewenang kepemimpinannya melalui intruksi dan persuasi.
Definisi kepemimpinan :
Kepemimpinan dapat diartikan sebagai kemampuan dalam mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan-tujuan.
Tujuan Kepemimpinan
Tujuan kepemimpinan dalam suatu organisasi adalah menciptakan organisasi (tata kerja bidang) yang dinamis, terkendali guna mencapai tujuan yang telah disepakati bersama.
Fungsi Kepemimpinan
Kepemimpinan dalam suatu organisasi merupakan hal yang paling vital, oleh sebab itu seorang pimpinan harus mengetahui fungsi kepemimpinan. Adapun fungsi kepemimpinan yaitu:
a. mengkoordinasikan para anggotanya.
b. membuat keputusan dan membuat kebijakan.
c. mengadakan hubungan kerja/komunikasi dengan baik dan benar ke dalam maupun ke luar.
d. penghubung antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lain.
e. sebagai konseptor, penggerak. pengarah, pengatur dan pengawas.
f. pembinaan kerja.
Unsur-unsur kepemimpinan
a. Adanya pemimpin
Unsur pertama dari kepemimpinan adalah adanya pemimpin; yakni seseorang yang mendorong dan mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang lain. Sehingga tercipta hubungan kerja yang serasi dan menguntungkan untuk melakukan berbagai aktivitas tertentu untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
  1. Adanya pengikut
Adanya pengikut; yakni seseorang atau sekelompok orang yang mendapat dorongan atau pengaruh sehingga bersedia dan dapat melakukan berbagai aktivitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  1. Adanya sifat dan ataupun perilaku tertentu
Adanya sifat ataupun perilaku tertentu yang dimiliki oleh pemimpin yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong dan ataupun mempengaruhi seseorang atau se kelompok orang.
  1. Adanya situasi dan kondisi tertentu
Adanya situasi dan kondisi tertentu yang memungkinkan terlaksananya kepemimpinan. Situasi dan kondisi yang dimaksud dibedakan atas dua macam: pertama, situasi dan kondisi yang terdapat didalam organisasi; kedua, situasi dan kondisi yang terdapat di luar organisasi yakni lingkungan secara keseluruhan.



Syarat-syarat Kepemimpinan
Konsepsi mengenai kepemimpinan itu harus selalu dikaitkan dengan tiga hal penting,        yaitu:
a. Kekuasaan
Kekuasaan adalah kekuataan, otoritas, dan legalitas yang memberikan kewenangan kepada pemimpin untuk mempengaruhi dan menggerakan bawahan agar berbuat sesuatu.
b. Kewibawaan
Kewibawaan adalah kelebihan, keunggulan/superioritas, keutamaan, sehingga ia mampu mengatur orang lain; dan orang lain akan patuh pada ke-pemimpin-annya, kemudian bersedia melakukan perbuatan-perbuatan tertentu.
c. Kemampuan
Kemampuan adalah segala daya, kesanggupan, kekuatan dan kecakapan, keterampilan teknis maupun sosial, yang dianggap melebihi atau lebih unggul dari kemampuan angota biasa.
Gaya Kepemimpinan.
Kepemimpinan dipengaruhi oleh sifat dan prilaku yang dimiliki oleh pemimpin. Karena sifat dan prilaku seseorang tidak akan persis sama, maka gaya kepemimpinan yang diperlihatkan oleh seorang pemimpin dapat berbeda antara satu pemimpin yang satu dengan yang lainnya. Dari berbagai gaya kepimpinan, dapatlah disederhanakan atas empat macam:
  1. Gaya Kepemimpinan Diktator
Pada gaya kepemimpinan ini upaya mencapai tujuan dilakukan dengan menimbulkan ketakutan serta ancaman hukuman, bawahan hanya dianggap sebagai pelaksana dan pekerja saja.
  1. Gaya Kepemimpinan Autokratis
Gaya kepemimpinan ini segala keputusan berada di tangan pemimpin. Pendapat atau kritik dari segala keputusan berada ditangan pemimpin.
  1. Gaya Kepemimpinan Demokratis
Pada gaya ini ditemukan peran serta bawahan dalam pengambilan keputusanyang dilakukan secara musyawarah. Hubungan dengan bawahan dibangun dan dipelihara dengan baik.
  1. Gaya Kepemimpinan Santai
Pada gaya ini hampir tidak terlihat karena segala keputusan diserahkan kepada bawahan. Setiap angota organisasi dapat melakukan kegiatan masing-masing sesuai dengan kehendak.
Tipe Kepemimpinan
  1. Tipe deserter
Sifatnya: bermoral rendah, tidak memiliki rasaketerlibatan, tanpa pengabdian, tanpa loyalitas,dan ketaatan, sukar diramalkan.
  1. Tipe birokrat
Sifatnya:korektif, patuh pada peraturan dan norma-norma, manusia organisasi, tepat, akurat/ cermat, keras, berdisiplan.
  1. Tipe missionary
Sifatnya: terbuka penolong, lembut hati, ramah-tamah, alim, religius.
  1. Tipe developer
Sifatnya; kreatif, dinamis, inovatif, memberikan/melimpahkan wewenang dengan baik, menaruh kepercayaan pada bawahan.
  1. Tipe otokrat
Sifatnya: keras, diktatoris, mau menang sendiri, keras kepala, sombong, bandel.
  1. Benevolent autocrat
Sifatnya: lancar, tertib, ahli dalam mengorganisir, besar rasa keterlibatan diri.
  1. Tipe compromiser
Sifatnya: plintat-plintut, selalu mengikuti angin, tanpa pendirian, tidak mempunyasi keputusan, berpandangan pendek, tak punya kepribadian kuat.
  1. Tipe eksekutif
Sifatnya: bermutu tinggi, dapat memberikan motivasi yang baik, berpandangan jauh, tekun.


17. ORGANISASI KEHIDUPAN



Biologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Bios dan Logos, Bios berarti hidup dan Logos berarti Ilmu,. Jadi Biologi adalah ilmu yang mempelajari seluk-beluk mahluk hidup dan mahluk hidup yang telah mati (seperti fosil).
Mahluk hidup memiliki cirri- ciri seperti:
Ø Memerlukan makanan
Ø Bernafas(respirasi)
Ø Bergerak
Ø Tumbuh
Ø Peka terhadap rangsangan
Ø Berkembang biak (reproduksi)
Ø Menyesuaikan diri (Adaptasi)
Ø Mengeluarkan zat sisa
Ø Memerlukan suhu tertentu
JARINGAN ORGAN SISTEM ORGAN ORGANISME
Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Sel merupakan unit strukural dan fungsional mahluk hidup. Sebagai unit struktural mengandung makna bahwa setiap mahluk hidup struktur dasarnya atau disusun oleh bagian terkecil yang disebut sel. Sebagai unit fungsional mengandung makna di dalam sel itu sendiri terjadi proses- proses kehidupan.
Makhluk hidup (organisme) tersusun dari satu sel tunggal (uniselular, misalnya bakteri, Archaea, serta sejumlah fungi dan Protozoa) atau dari banyak sel (multiselular). Pada organisme multiselular terjadi pembagian tugas terhadap sel-sel penyusunnya, yang menjadi dasar bagi hirarki hidup.
Secara umum setiap sel memiliki membran sel, sitoplasma, dan inti sel atau nukleus. Di dalam sitoplasma terdapat berbagai organel (mitokondria, komples golgi,dll.).
SECARA UMUM SEL MEMILIKI MEMBRAN SEL, SITOPLASMA DAN INTI SEL

Membran sel
Membran sel membatasi segala kegiatan yang terjadi di dalam sel sehingga tidak mudah terganggu oleh pengaruh dari luar (melindungi sel dari lingkungan luar/ mengatur keluar masuknya zat- zat di dalam sel). Karena fungsi ini, membran sel bersifat ’selektif permeabel’, dapat menentukan bahan-bahan tertentu saja yang bisa masuk ke dan keluar dari sel.
Sitoplasma
Hampir semua kegiatan metabolisme (reaksi- reaksi kimia) berlangsung di dalam ruangan berisi cairan kental ini. Di dalam sitoplasma terdapat organel-organel yang melayang-layang dalam cairan kental yang disebut matriks. Organellah yang menjalankan banyak fungsi kehidupan: sintesis bahan, respirasi (perombakan), penyimpanan, serta reaksi terhadap rangsang. Adapun organel- oraganel tersebut adalah mitokondria (tempat penghasil energi karena di sini terjadi respirasi sel), Kloroplas (hanya sel tumbuh-tumbuhan dan sejumlah alga yang punya dan berfungsi untuk membuat makanan yaitu dengan fotosintesis), badan Golgi atau benda Golgi, Ribosoma, Retikulum endoplasma, Peroksisom, dan Vakuola memiliki peran penting sebagai tempat penampungan produk sekunder yang berbentuk cair, sehingga disebut pula ‘cairan sel’.
Nukleus
Nukleus bertugas mengontrol kegiatan yang terjadi di sitoplasma (mengatur segala aktivitas sel). Di dalam nukleus terdapat kromosom yang berisi DNA yang merupakan cetak biru bagi pembentukan berbagai protein (terutama enzim). Enzim diperlukan dalam menjalankan berbagai fungsi di sitoplasma. Di dalam nukleus juga ditemui nukleolus.
Perbedaan Sel Tumbuhan dan Sel Hewan
NO
SEL TUMBUHAN
SEL HEWAN
1
Sel tumbuhan lebih besar daripada sel hewan.
Sel hewan lebih kecil daripada sel tumbuhan.
2
Mempunyai bentuk yang tetap.
Tidak mempunyai bentuk yang tetap.
3
Mempunyai dinding sel.
Tidak mempunyai dinding sel.
4
Mempunyai klorofil.
Tidak mempunyai klorofil.
5
Mempunyai vakuola atau rongga sel yang besar.
Tidak mempunyai vakuola, walaupun terkadang sel beberapa hewan uniseluler memiliki vakuola (tapi tidak sebesar yang dimiliki tumbuhan).